Cakap serupa bikin

Published December 29, 2008 by Menikmati Takdir Langit

forest1

Salam Tahun Baru Hijriah 1430.

Salam Tahun Masehi 2009 yang bakal menjelang 2 hari saja lagi.

Anjuran untuk melakukan kebaikan atau amar ma’ruf dan pencegahan kemungkaran[nahi mungkar] mestilah menjadi agenda yang berterusan untuk mendepani tahun baru ini. ”

Namun begitu, saya ingin mengambil kesempatan di sini untuk berpesan kepada diri saya sendiri dan kepada muslimin dan muslimat di luar sana termasuk pada pendakwah supaya “cakap serupa bikin” atau buat apa yang dikatakan. Jangan suruh buat tapi dia sendiri tak buat.”

Itulah antara petikan seruan dalam satu Forum Maal Hijrah yang sempat saya hadiri 3 hari lepas.

Firman Allah :

Apakah kamu menyuruh manusia supaya mengerjakan kebaikan, sedangkan kamu melupakan diri kamu sendiri, padahal kamu membaca Al-Quran. Apakah kamu tidak berfikir? [Al-Baqarah: 44]

Dalam ayat di atas, Allah berfirman supaya orang-orang yang mengajak orang lain melakukan kebajikan dan ketaatan supaya tidak mengabaikan diri sendiri. Dirinya sendiri mestilah buat perkara yang dianjurkan terlebih dahulu sebelum menyuruh atau mengajak orang lain untuk mengikutinya. Justeru, dalam bentuk alif lam Istifham, Allah menempelak orang-orang sebegini dengan ayat pertanyaan seperti “apakah kamu tidak berfikir”.

Kalau kita kaji dalam Al-Quran banyak sekali ayat-ayat pertanyaan sebegini. Tujuannya ialah untuk menyedarkan manusia yang leka. Sudah ada Al-Quran di tangan namun masih tidak mahu berfikir,merenung dan seterusnya melaksanakan. Sebab itu Allah swt bertanya kembali dalam bentuk sindiran.

Firman Allah:

“Wahai orang-orang yang beriman! mengapakah kamu mengatakan apa yang tidak kamu kerjakan? Amat besar kebencian di sisi Allah bila kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan.” [As-Saff: 2-3]

Sesungguhnya Allah membenci orang-orang yang membuat janji atau mengatakan sesuatu kepada orang lain tetapi dia sendiri tidak menepati atau melakukan. Dewasa ini, kita melihat ramai sekali manusia yang cakap tapi dia tak buat. Ada yang mengadu bos dia suruh buat itu dan ini,ikut  prosedur ikut peraturan. Jangan langgar prosedur. Tapi “at the end of the day” dia sendiri yang langgar prosedur, dia sendiri yang “buldoze” peraturan yang dia suruh semua kakitangan bawahan patuhi. Ini contoh mudah peraturan dunia, bagaimana pula peraturan yang Allah buat.

Saya pernah menghadiri satu kursus etika 10 tahun lalu yang dianjurkan oleh Majlis Peguam. Penceramah yang menyampaikan ceramah tentang ketelusan dan etika cukup berpengalaman. Namun, beberapa tahun lepas itu dia ditangkap di Vietnam kerana melarikan wang amanah “client” yang disimpannya. Inilah cakap tak serupa bikin.

Saya pasti kadang-kadang kita pun terjeremus juga dalam perkara-perkara semacam ini. Selalunya dalam hal-hal kecil. Mudah-mudahan penyakit ini tidak merebak menjadi lebih besar dan memakan diri.unit15_28

Rasulullah saw bersabda: “Kelak pada hari Kiamat, akan ada seseorang yang didatangkan, kemudian dilemparkan ke Neraka, maka terkeluarlah segala isi perutnya seraya berputar-putar di dalam neraka… lalu para penghuni neraka semuanya berkumpul dan berkata : ” Hai fulan,apa yang terjadi padamu? Bukankah engkau dulu telah menyuruh melakukan ma’ruf dan mencegah dari melakukan kemungkaran?

Jawab orang itu: “Benar, aku dulu memang menyuruh manusia berbuat baik tetapi aku sendiri tidak mengerjakannya, dan aku memang mencegah perbuatan mungkar, tetapi aku juga mengerjakannya”. [Muttafaqun alaih] dipetik dari Riyadhus Salihin 1.

29 DISEMBER 2008 [1 MUHARRAM 1430] Putrajaya 12.00 tgh.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: