Bila hati berkarat

Published December 27, 2008 by Menikmati Takdir Langit

Dari Ibn Umar r.a, Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya hati itu berkarat sebagaimana besi berkarat jika terkena air.” Tanya sahabat, “Ya Rasulullah, apakah pembersihnya? Sabda Baginda, “Banyak mengingati mati dan membaca Al-Quran.” [ Hadith Riwayat Al-Baihaqi]

PENGAJARAN

Manusia yang banyak membuat dosa dan lalai dari mengingati Allah akan menyebabkan hatinya berkarat seperti besi yang berkarat bila terkena air. Dengan membaca Al-Quran dan mengingati mati, hati akan menjadi bersinar kembali.

Hati ibarat cermin. Hati yang bersih umpama cermin yang bersih berkilat. Semakin bersih cermin itu, maka semakin terang cermin itu dan semakin mudah memantulkan cahaya keimanan. Manakala, hati yang berkarat pula ibarat cermin yang kotor berdebu maka sukarlah untuk memantulkan cahaya makrifat. Semakin sukarlah pula untuk menerima hidayah Allah. Hati yang berkarat adalah natijah daripada maksiat yang dilakukan. Hati yang kotor hanya boleh dibersihkan dengan membaca Al-Quran dan banyak mengingati mati. Membaca Al-Quran bukan sekadar memerhatikan huruf,tajwid, fathah dan dhammah sebaliknya hendaklah bertafakkur dan merenungi maksud ayatnya.

2472978678_d8266c67c3

Dalam satu hadith dinyatakan bahawa jika seorang hamba melakukan satu dosa maka akan timbul satu titik hitam dalam hatinya. Jika dia bersungguh-sungguh bertaubat, insyallah titik hitam itu akan hilang. Sebaliknya jika dia terus hanyut dengan perbuatan maksiatnya berkali-kali maka akan muncul banyak titik hitam dalam hatinya sehingga boleh menutupi terus hatinya dari menerima cahaya Allah. Bila hati menjadi hitam legam dan kotor maka akan hilanglah keinginan dan kecenderungannya untuk berbuat kebaikan malah hati tadi akan condong ke arah kejahatan.

Firman Allah :

“Sekali-kali tidak; sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutup hati mereka.” [Al-Muthafifin: 14]

Hadith: “Aku tinggalkan padamu 2 nasihat, yang satu berbicara, dan yang satu lagi diam. Yang berbicara adalah Al-Quran, dan yang diam adalah mengingati mati.” [dipetik dari kitab Fadhail Amal]

Semoga Allah memelihara kita hati dari memperolehi hati yang berkarat.

27 DISEMBER 2008  10.16 malam Putrajaya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: